Fauzi Bowo
Fauzi Bowo
RMOL.Maret ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan merelokasi ratusan warga di sepanjang rel kereta, Mangga Dua ke Rumah Susun (rusun) Marunda. Tapi, upaya Pemprov DKI Jakarta memaksimalkan program rusun selama ini dinilai buruk. Kekesalan SBY kepada Gubernur DKI Fauzi ‘Foke’’ Bowo pun dinilai wajar. Nah loh...!!
Mengenai banyaknya masaÂlah yang timbul dalam program pengadaan rusun di ibukota, diakui Menteri Perumahan RakÂyat (Menpera) SuÂharÂso MonoarÂfa. Program 100 meÂnara rusun yang dicanangkan pemeÂrintahan SBY, sesungguhnya bertujuan mempermudah masyaÂraÂkat meÂnengah ke bawah mendaÂpat peruÂmahan.
“Selain dihaÂrapkan bisa meÂnguÂrangi keÂmacetan ibukota, pemÂbangunan rusun akan mengÂurangi mobilitas penduduk hingÂga 1 juta motor,†kata Suharso di Jakarta, kemarin.
Suharso mengkritik kebijaÂkan Pemprov DKI Jakarta meÂngeÂnai masalah perizinan. Ia meÂnconÂtohkan pencabutan izin pada ruÂsun di Jakarta Timur, kaÂrena beÂlum terdapat fasilitas umum di dalamnya. Anehnya, seÂjak awal, izin pembangunan suÂdah dikeluÂarkan. “Seharusnya kalau tidak setuju, dari awal suÂdah dikemuÂkaÂkan. Jadi, kalau presiden kesal kepada Fauzi Bowo, itu betul,†cetus menteri dari PPP itu.
Menanggapi pernyataan MenÂpera, KeÂpala Dinas Perumahan DKI JaÂkarta Agus Subardono mengakui, sejumlah rusun yang dibangun tak bisa langsung diÂtempati kaÂrena belum ada jariÂngan listrik dan air. Di Rusun Cakung Barat misalnya, listrik baru bisa masuk 200 watt unÂtuk setiap unit. PLN tidak sangÂgup memberikan daya 900-1.200 watt per unit di rusun itu.
“Kendala terbesar lainnya meÂnyangkut aliran air. Akhirnya, seÂtelah lahan dapat dibebaskan, ruÂsun dibangun lebih dulu, semenÂtara soal air dan listrik diÂpasang belakangan,†ujar Agus.
Pemerintah Daerah juga akan berÂkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan KemenÂterian PerhubuÂngan sejaÂlan deÂngan program meÂreka unÂtuk meÂnertibkan banguÂnan liar yang terdapat di bantaran rel keÂreta.
Rusun menjadi salah satu program ungÂgulan Pemprov DKI Jakarta daÂlam mengatasi berÂbagai permasaÂlahan. TermaÂsuk kemacetan, keÂpendudukan dan tata perÂkotaan Jakarta. NaÂmun, proÂgram rusun meÂmiliki berbagai macam kendala yang harus diÂselesaikan.
Buruknya upaya Pemprov DKI Jakarta memaksimalkan program rusun untuk warganya menÂjadi hal yang perlu digarisbaÂwÂahi. KeÂbutuhan akan tempat tinggal bagi warga Jakarta sudah mendesak. Namun, riÂbuan unit rusun yang telah dibangun untuk mengatasi perÂmasalahan tersebut, justru terkeÂsan diabaikan keberadaÂanÂnya oleh pemerintah. Padahal, dana yang telah dihabiskan menÂcaÂpai ratusan miliar.
Tak sedikit rumah susun yang terbengkalai dan dibiarkan koÂsong, sehingga rusak sebelum diÂhuni. Ini menunjukkan kuÂrang seriusnya pemerintah menÂjaÂlankan program rusun.
Salah satu contoh rusun yang terbengkalai ini, misanya dapat terlihat pada rusun di kaÂwasan Cengkareng, Jakarta BaÂrat. Rusun yang terdiri atas 200 unit yang direncanakan sebagai tempat tinggal petugas Dinas KeÂbersihan tersebut, dibiarkan terÂbengkalai tanpa penghuni sejak dibangun pada 2006. Akibatnya, banyak faÂsilitas dan rusun dengan enam lantai terÂsebut hilang dijaÂrah.
Menanggapi kejadian itu, KeÂpala Sub Dinas (Kasubdis) PeÂngadaan Rusun Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI MakÂmun mengatakan, pihaknya telah mengadakan sosialisasi pada peÂgawai Dinas Kebersihan sesaat seÂÂtelah rusun tersebut selesai diÂbaÂngun. “Kami tidak meÂngetaÂhui pasti. Yang jelas kaÂmi tidak perÂnah menahan agar ruÂsun tersebut tetap kosong,†kilahÂnya.
Terkait rusak dan hilangnya berbagai fasilitas di rusun terseÂbut, Makmun berjanji pihakÂÂnya akan memperbaikinya tahun ini menggunakan dana anggaran taÂhun 2011. “Biaya perbaikan faÂsilitas itu telah dianggarkan daÂlam APBD 2011,†sebut MakÂmun seraya menambahkan, akan memÂperketat pengamanan di lingÂkungan rusun, selain memÂperÂbaiki fasilitas yang ada.
Menyangkut rencaÂna perbaikÂan rusun yang akan dilakukan pemerintah, WaÂkil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Zainudin mengatakan, dewan akan meÂngaÂwasi kinerja pemerintah daÂlam perbaikan fasiÂlitas rusun yang menggunakan anggaran APBD 2011. PelakÂsaÂnaan pemeÂliharaan harus berjalan sesuai kondisi rusun.
“Lokasi ruÂsun yang telah diÂtentukan harus mendapatkan pemeliharaan diÂmaksud. Jangan sampai tidak diÂlaksanakan,†sahut Zainudin.
Kurang maksimalnya kinerja Pemprov DKI, juga terlihat pada kondisi Rusun Cilangkap. Rusun yang terdiri atas tiga bangunan dengan empat lantai itu, dan seÂtiap bangunanya terdiri dari 92 ruÂangan bertipe 21 itu diÂbiarkan begitu saja tanpa berÂpenghuni. Rusun ini rencananya diperunÂtukkan bagi warga menengah ke bawah yang bekerja di sekitar wilayah CiÂmanggis.
Lurah Cimanggis Tono HenÂdratno sangat menyayangkan terÂbengkalainya rusun ini. PaÂdahal, menurutnya, rusun terÂsebut telah dilengkapi faÂsilitas pendukung yang cukup, seÂperti fasilitas air bersih, listrik dan fasiÂlitas sosial seperti masjid.
Rusun memang dapat dijadiÂkan andalan pemerintah daÂlam mengatasi persoalan kepenÂduÂdukan dan kemacetan kota JaÂkarta. Namun, pemerintah harus serius memperbaiki hal-hal yang menunjang berhasilnya program tersebut.
Masalah perÂbaikan fasilitas pendukung, seÂperti sarana dan prasarana penunÂjang rusun harus menjadi fokus utama pemeÂrintah, khususÂnya Pemprov DKI Jakarta, agar proÂgram ini berÂjalan sukses. [RM]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14
Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10
Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52
Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01
Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37
Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53
Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22
Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15
Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50
Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39