Berita

Perdana Menteri Hun Sen

Dunia

Ngajak Damai, Kamboja Kirim Surat ke Thailand

KAMIS, 17 FEBRUARI 2011 | 02:41 WIB

RMOL. Kamboja mulai melunak ter­hadap Thailand setelah PBB menolak campur tangan dalam sengketa perbatasan kedua ne­gara itu. Kamboja melayangkan per­nyataan perdamaian ke Thailand.

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengatakan, negaranya me­merlukan situasi kondusif dalam ruang lingkup perdamaian dalam bertetangga. Dengan ha­rapan, situasi itu bisa mendorong pem­bangunan di negaranya. Karena itu, dia mendesak agar per­tikaian di perbatasan bisa de­ngan cepat terselesaikan agar tidak menye­bar ke arah yang mem­perkeruh suasa­na perdamaian.

“Kebijakan ini kami ambil guna mengubah medan bekas perang ke pasar internasional dan zona pengembangan,” kata PM Hun Sen saat berbicara dengan warga desa di provinsi Meanchey Banteay, dekat perbatasan dengan Thailand seperti dilansir media lokal Irrawaddy, kemarin.


Dia juga mengatakan, bukan peperangan yang diinginkan Kamboja. ”Negara membutuh­kan perdamaian dengan tetangga-tetangganya untuk mendorong pembangunan,” ucapnya yang mengacu pada berakhirnya perti­kaian Kamboja-Thailand selama 40 tahun terakhir.

“Kami juga akan mengubah perbatasan kami dengan semua negara tetangga kita menjadi per­batasan perdamaian, per­saha­batan dan kerja sama,” im­buhnya.

Di tempat terpisah, PM Thai­land Abhisit Vejjajiva me­nga­takan, keputusan PBB untuk ti­dak terlibat konflik antar negara bertetangga adalah solusi terbaik agar pihak bersengketa bisa me­nyelesaikan sendiri masalahnya.

“Hari ini jelas terlihat bahwa masyarakat dunia ingin melihat masalah diselesaikan melalui pembicaraan. Kamboja mungkin tidak memiliki alasan untuk ber­debat dengan ini. (Kami) se­ka­rang harus bicara lagi,” kata Abhisit di Bangkok.

Namun, pihak Kamboja tetap membantah terlukanya tentara Thailand dalam pertem­puran di dekat candi Preah Vihear baru-baru ini disebabkan sera­ngan spo­radis yang diawali Phnom penh. Mereka mengaku pihaknya tidak pernah menyulutkan p­e­pe­ra­ngan.   [RM]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya