Berita

teguh esha/ist

Curhat Si Ali Topan Tentang Mereka yang Kebangetan Bejat

SELASA, 01 FEBRUARI 2011 | 12:34 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Bila tidak ada aral melintang, malam nanti (Selasa, 1/2) kelompok seniman dan budayawan akan berkumpul di Warung Apresiasi, Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan.

Yang menjadi tuan rumah nanti malam adalah Ketua Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) se-Indonesia, Anto Baret; sastrawan, Teguh Esha, dan budayawan Radhar Panca Dahana. Dipastikan akan banyak sekali pegiat seni budaya akan hadir di Wapres nanti malam termasuk keluarga dari almarhum sastrawan besar, WS Rendra.

Teguh Esha, saat berdialog dengan Rakyat Merdeka Online, siang ini, menjelaskan, acara nanti malam adalah bentuk nyata betapa peduli dan kritisnya pemikiran para seniman menyikapi persoalan rakyat belakangan ini. Teguh Esha adalah pencipta tokoh novel Ali Topan yang melegenda dan novelnya sudah difilmkan pada pertengahan 90-an.


"Kami akan ungkapkan pemikiran dan perasan seniman dan budayawan mengenai rakyat bangsa dan negara. Ini bukan atas nama kelompok, tapi kami masing-masing punya sikap," ujar Teguh yang biasa bicara ceplas-ceplos ini.

Teguh sendiri memiliki pandangan yang tajam mengenai situasi ekonomi, sosial dan politik. Ia mengungkapkan kritik tajam pada agen-agen reformasi yang dulu menggelindingkan rezim otoriter Orde Baru, yang ia sebut sebagai pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab pada rakyat.

"Gue menggungat semua yang ngaku reformis. Sudah menang perang, ditinggal. Sekarang reformasi, rakyat kelaparan, para reformis yang dulu menumbangkan Soeharto tidak bertanggungjawab, sekarang mereka penuh dengan hedonisme," ucapnya.

Ia imbuhkan, nasionalisme elit politik dan pejabat negara tidak usah diharapkan karena penuh kepalsuan atau minimal sudah luntur. "Mereka brengsek, merah putih di dada mereka adalah merah putih sepuhan, yang bisa luntur," ujarnya.

Ia juga mengatakan, acara nanti malam bukan satu-satunya cara kaum seniman jalanan dan budayawan menyikapi persoalan kebangsaan.

"Penyanyi jalanan sudah bergerak dari dulu ke dulu, para gelandangan adalah putra-putri terbaik bangsa. Anto Baret itu Ketua KPJ seluruh Indonesia, dia sudah mengritik pemerintah Orde Baru sejak tahun 80-an lewat lagu-lagunya, tapi pemerintah dari dulu sampai sekarang budeg," paparnya.

Pria yang sudah memasuki usia sepuh ini mengungkapkan pengamatannya sehari-hari sebagai seniman yang bersentuhan dengan kehidupan jalanan, bahwa tren bunuh diri di kalangan rakyat jelata menandakan situasi bangsa dalam keadaan darurat.

"Gue mau bilang, negara ini dalam keadaan bahaya. Orang-orang jahat berkuasa, rakyatnya bunuh diri. Minggu lalu ada orang bunuh diri, terjun bebas di Blok M Square karena kelaparan tapi engga punya kerja. Lu bayangin, di pusat Jakarta saja ada yang begitu, bagaimana di daerah," tutur Teguh.

Teguh yang biasa berkegiatan di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan ini menambahkan kesepakatannya dengan pernyataan para tokoh agama beberapa waktu lalu yang menuding pemerintah sebagai pembohong.

"Gue malu. Mereka yang kerjanya cuma berdoa setiap hari saja sudah berani bicara keras soal pemerintah dan kehidupan rakyat. Kita enggak boleh diam saja. Pemerintah ini sudah kebangetan bejat," ungkapnya.

Ia menambahkan, "Orang yang tidak tahan kritik mending jadi orang mati saja. Kalau enggak terima dikritik, berarti nuraninya mati, sistem berketuhanan dia mati, kebangetan bejat," tutupnya.[ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya