Berita

havel-emeria/ist

Dunia

Pemimpin Revolusi Beludru Siap Jadi Patron Indonesia

RABU, 19 JANUARI 2011 | 08:05 WIB | LAPORAN:

RMOL. Mantan Presiden dan tokoh reformasi Ceko, Vaclav Havel (74 th), menyampaikan keinginannya untuk berkunjung ke Indonesia, ketika menerima kunjungan kehormatan Duta Besar RI untuk Republik Ceko, Emeria Siregar (Selasa, 18/1).

Demikian diungkapkan Azis Nurwahyudi, Counsellor Politik KBRI Praha,
dalam siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka Online (Rabu, 19/1)
 
Menurut Azis Nurwahyudi, dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Emeria Siregar

Menurut Azis Nurwahyudi, dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Emeria Siregar
menjelaskan perkembangan hubungan Indonesia-Ceko yang sama-sama telah mengalami banyak perubahan menuju negara demokrasi, dan bahwa sejak kedatangannya hampir empat bulan lalu telah berkunjung ke berbagai daerah di Ceko sebagai upaya meningkatkan berbagai kerjasama bilateral. Juga disampaikan proses perkembangan demokrasi di Indonesia yang telah berlangsung sejak 1998.
 
Duta Besar Emeria Siregar meminta agar Havel berkenan menjadi patron pada
acara-acara kebudayaan Indonesia di Ceko, mengingat Havel adalah budayawan Ceko yang legendaris.
 
Menanggapi hal tersebut, Vaclav Havel, tokoh yang memimpin Revolusi Beludru di
Cekoslovakia tahun 1989, menyambut baik hubungan bilateral yang semakin hangat
antara Indonesia-Ceko, dan secara tegas menyanggupi untuk menjadi patron
kegiatan budaya Indonesia di Ceko.

Atas keinginan mantan Presiden Vaclav Havel untuk berkunjung ke Indonesia,
Emeria Siregar menyatakan sangat menyambut baik dan akan mengupayakan pihak
Indonesia untuk mengundangnya.

Pertemuan singkat yang berjalan hangat tersebut merupakan salah satu upaya KBRI
Praha dalam memperkenalkan kembali Indonesia baru kepada para elit politik Ceko.

Pada kunjungan tersebut, seraya menyampaikan penghargaan atas upaya keras
Pemerintah Ceko untuk melestarikan kastil-kastil indah yang merupakan warisan
budaya nasional (national heritage), Duta Besar Emeria Siregar juga memberikan
kenang-kenangan berupa kain tenun dan keris dari perak sambil menjelaskan bahwa
keris merupakan warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO.[yan]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya