Berita

A BASARAH/IST

Setgab, Afirmasi Diktator Mayoritas dan Sikap Politik A-Pancasialis

MINGGU, 09 JANUARI 2011 | 09:08 WIB | LAPORAN:

RMOL. Tahun 2011 ditandai dengan situasi politik yang makin panas. Selain wacana Capres 2014, keberadaan Setgab terus dipertanyakan. Sebagai partai yang berpegang pada ideologi Pancasila 1 Juni 1945, PDI Perjuangan kembali mengecam keberadaan Setgab.

"Setgab harus dibubarkan, karena telah memproyeksikan kebenaran dan keputusan-keputusan di DPR dengan paham diktator mayoritas dan menafikan suara minoritas. Mereka sangat a-Pancasialis," kata Wasekjen DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Minggu, 9/1).

Basarah juga yakin, keberadaan Setgab telah berinvestasi dalam membangun budaya politik transaksional. Hal itu, katanya, sangat berbahaya dalam proses pendidikan politik bagi rakyat Indonesia.


"Memang sejak awal kelahiran Setgab kita pandang sebagai suatu lembaga ekstra konstitusional, yang akan mengacaukan sistem demokrasi Pancasila yang sedang kita bangun. Keberadaan Setgab seakan-akan melegitimasi adagium politik diktator mayoritas, dimana hal tersebut sangat bertentangan dengan Pancasila," tegas Basarah.

Menurut Basarah, seharusnya pemerintah tidak perlu over-acting dengan membentuk Setgab, kalau hubungan yang dibangun dengan Parpol koalisi atas dasar kesamaan visi, misi dan platform dalam membangun bangsa.

"Kacaunya pengelolaan Setgab saat ini membuktikan, bahwa eksistensi Setgab hanya untuk kepentingan pragmatis para anggotanya saja dan bukan untuk kepentingan rakyat. Karena telah merusak sistem demokrasi Pancasila dan mengganggu pendidikan politik bagi rakyat, maka sudah sewajarnya Setgab dibubarkan," demikian Basarah.[yan]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya