Berita

SUAP DI MK?

Bila Dilindungi, Dirwan Mahmud akan Beberkan Fakta Suap Lain di MK

KAMIS, 30 DESEMBER 2010 | 16:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Mantan calon bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud akan mensomasi Mahkamah Konstitusi (MK). Langkah itu diambil karena MK sudah menempatkan Dirwan pada posisi orang yang salah dalam kasus dugaan suap di tubuh MK.

"Pak Dirwan itu kan pernah memberikan keterangan ada dugaan suap oleh hakim konstitusi kepada tim investigasi MK. Bukannya didalami, tapi Pak Dirwan malah dilaporkan ke KPK," ujar Pengacara Dirwan Mahmud, Muspani, kepada wartawan di gedung KPK sesaat setelah melaporkan illegal loging di kabupaten Nunukan, sesaat lalu (Kamis, 30/12).

Alasan lainnya, tambahnya, langkah Somasi juga diambil karena hasil tim investigasi yang dipimpin Refly Harun seolah sudah dijadikan kebenaran hukum. Padahal, tim tidak punya dasar dan kekuatan secara hukum. Menurutnya, banyak kelemahan dalam tim itu. Misalnya dasar pembentukan tim sangat emosional, yaitu menunjuk Refly Harun, orang yang pertama kali membongkar dugaan suap di MK, sebagai ketua tim juga salah.


"Dengan Somasi itu kami minta MK minta maaf. MK secara institusi telah menyakiti niat baik Pak Dirwan yang akan berbuat baik. MK harus tahu diri. MK malah buat pak Dirwan stres," jelasnya.

Selain itu, Muspani berjanji kliennya akan membeberkan banyak keterangan kepada KPK terkait soal kasus suap-menyuap di tubuh lembaga yang dipimpin Mahfud MD itu. Dengan catatan ada jaminan perlindungan bagi kliennya, karena sebagai saksi pengungkap. "Saya akan sarankan Pak Dirwan tak tertutup kepada KPK," katanya.

Rencanaya, kubu Dirwan Mahmud akan melayangkan somasi dan meminta perlindungan kepada LPSK secara resmi tanggal 3 Januari 2011 nanti. Somasi akan dilayangkan kepada institusi MK, bukan kepada orang-perorang hakim konstitusi. [zul]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

UPDATE

Rudi Margono Isi Kursi Jampidsus Menggantikan Febrie Adriansyah

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Pembiayaan Tembus Rp10 T, Laba Bank Mega Syariah Naik 17,56 Persen di Semester I-2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Profil Etik Suryani Bupati Sukoharjo yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:20

Ini Alasan KPK Batal Ikut Konferensi Pers Polda soal Perkara yang Menyeret Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:04

Jakarta Jadi Kota Termahal ke-21 di Dunia pada 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:42

Inggris Siapkan Bonus Fantastis Jika Juara Piala Dunia 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:37

Saham SK Hynix Melonjak 13 Persen Saat Debut di Nasdaq

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:31

Komisi III DPR Soroti Kasus Korupsi Batu Bara dan Isu Mundurnya Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:16

Biarkan Kortas Polri Usut Dugaan TPPU Jampidsus Tanpa Intervensi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:00

Jumlah Investor BBTN Kembali Melonjak per Juni 2026, Akhiri Tren Penurunan Dua Bulan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:51

Selengkapnya