Berita

Kantor kpk/ist

KPK Perpanjang Masa Cekal Mantan Pejabat Pertamina

SELASA, 28 DESEMBER 2010 | 17:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengajukan perpanjangan masa cekal terhadap empat orang yang diduga terlibat dalam kasus suap dari perusahaan Inggris Innospec Ltd.

Juru bicara KPK, Johan Budi SP menjelaskan, pencekalan diperpanjang dari Oktober 2010 sampai awal April 2011, atas nama Rahmat Sudibyo, Soeroso Admowardoyo, Willy Sebastian dan Muhammad S.

Sebelumnya, pada April 2010, Dirjen Imigrasi Departemen Hukum dan HAM telah menerbitkan surat cekal terhadap enam orang terkait suap yang dilakukan perusahaan Inggris itu, yakni mantan Dirjen Migas Rachmat Sudibyo, mantan Direktur Pengolahan Pertamina Suroso Atmomartoyo, Mustiko Saleh, Willy Sebastian, Muhammad Syakir dan Herwanto Wibowo. Masa cekal yang dikeluarkan waktu itu mulai April 2010 hingga Oktober 2010.


Johan menambahkan, untuk Herwanto Wibowo dan Mustiko Saleh, tidak ada perpanjangan masa cekal karena sudah cukup keterangannya.

"Perpanjangan masa cekal ini, agar jika sewaktu-waktu mereka bisa datang untuk memenuhi panggilan KPK. Ini untuk pencegahan saja, tidak ada hubungannya dengan penetapan status tersangka atau tidak," kata Johan di kantornya, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan (Selasa, 28/12).

Sebelumnya diketahui bahwa dalam sidang Pengadilan Southwark Crown, Inggris pada 26 Maret 2010, disebutkan adanya penyuapan oleh Innospec Ltd kepada dua pejabat di Indonesia untuk menghalangi penerapan aturan pelarangan bahan pembuat bensin bertimbal.

Dalam fakta persidangan oleh hakim Lord Justice Thomas dari pengadilan di Inggris jelas ditegaskan, sejak tahun 2000, melalui mitra bisnisnya di Indonesia, Innospec Ltd telah menyuap dua mantan pejabat agar tetap digunakannya TEL (tetraethyl lead) dalam produksi bensin Pertamina.

Dalam sidang itu juga diputuskan sidang dua pejabat penerima suap tersebut adalah RS dan SA. RS disebut menerima suap lebih dari 1 juta dollar AS, sedangkan SA menerima sekitar US$ 8 juta. [wah]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

UPDATE

Rudi Margono Isi Kursi Jampidsus Menggantikan Febrie Adriansyah

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Pembiayaan Tembus Rp10 T, Laba Bank Mega Syariah Naik 17,56 Persen di Semester I-2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Profil Etik Suryani Bupati Sukoharjo yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:20

Ini Alasan KPK Batal Ikut Konferensi Pers Polda soal Perkara yang Menyeret Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:04

Jakarta Jadi Kota Termahal ke-21 di Dunia pada 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:42

Inggris Siapkan Bonus Fantastis Jika Juara Piala Dunia 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:37

Saham SK Hynix Melonjak 13 Persen Saat Debut di Nasdaq

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:31

Komisi III DPR Soroti Kasus Korupsi Batu Bara dan Isu Mundurnya Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:16

Biarkan Kortas Polri Usut Dugaan TPPU Jampidsus Tanpa Intervensi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:00

Jumlah Investor BBTN Kembali Melonjak per Juni 2026, Akhiri Tren Penurunan Dua Bulan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:51

Selengkapnya