Berita

ilustrasi/ist

Olahraga

Pahlawan Kesiangan di Balik Sukses Tim Nasional

JUMAT, 24 DESEMBER 2010 | 22:56 WIB | LAPORAN:

RMOL. Ulah beberapa politisi yang mulai mempolitisir Timnas sepak bola Indonesia untuk kepentingan politik terselubung sangat disayangkan, melihat kegembiraan rakyat atas prestasi yang diraih di piala AFF 2010.

Hal tersebut dikatakan anggota Komisi III DPR RI, Didi Irawadi Syamsuddin saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online di Jakarta (Jum'at, 24/12).

Ia mengatakan, hal ini sangat memprihatinkan, sebab kegiatan olah raga mulai dicampuradukkan dengan kepentinganpolitik. Misalnya ada yang tiba-tiba merasa dirinya sebagai orang paling berjasa untuk Timnas.


"Pokoknya mulai ramai pahlawan kesiangan. Kalau hendak mendukung ya dukung dengan ikhlas, jangan pakai menyeret Timnas ke sana ke mari. Kasihan mereka bisa kelelahan dengan kegiatan yang sama sekali tak relevan dengan sepak bola," ujarnya.

Menurut Didi, hal ini justru membuat Timnas terombang-ambing dalam kepentingan politik. Apalagi juga muncul wacana untuk mendepak pelatih Timnas Alfred Riedl, sebab dia menolak segala kegiatan yang tidak ada hubungan dengan sepak bola.

Didi melanjutkan, tindakan ini jelas perlu dikecam, karena politisi sudah sangat mencampuri urusan olah raga. Inilah yang menyebabkan tidak sehatnya dunia persepakbolaan di Indonesia.

"Saya sangat kecewa melihat kondisi seperti ini. Baru saja Timnas hendak melangkah meraih prestasi sudah muncul gangguan-gangguan yang mestinya tidak perlu itu. Rakyat sangat mendukung Timnas, tapi sangat tidak suka ulah politisi yang memanfaatkan Timnas," tegasnya. [wah] 

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya