Berita

Pendiri Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara, Rachmawati Soekarnoputri (kiri), bersama Sekjen PPIKU Teguh Santosa./RMOL

Dunia

KRISIS KOREA

PPIKU: Dunia Perlu Tahu Siapa Provokator Sesungguhnya

JUMAT, 24 DESEMBER 2010 | 12:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Insiden penembakan Pulau Yeonpyeong di Laut Barat Semenanjung Korea beberapa waktu lalu adalah buah dari provokasi yang dilakukan oleh kaum imperialis Amerika Serikat dan Korea Selatan. Demikian disampaikan Komando Tertinggi Tentara Rakyat Korea via Kedubes Korea Utara di Jakarta.

"Provokasi militer itu adalah produk dari skenario pengecut yang dilakukan AS dan Korea Selatan untuk menyerang Korea Utara dan mengobarkan perang di Semenanjung Korea,” ujar Sekretaris Jenderal Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara, Teguh Santosa, beberapa saat lalu (Jumat, 24/12).

Teguh mengatakan bahwa pendiri PPIK Rachmawati Soekarnoputri telah bertemu dengan Duta Besar Korea Utara di Jakarta, Jong Chun Gun. Selain membahas tentang situasi terakhir di Semenanjung Korea, Rachma dan Jong Chun Gun juga membahas hubungan kedua negara yang semakin baik.


Awal tahun 2010 ini, Dutabesar Korea Utara juga telah berkunjung ke MPR dan DPR RI. Pejabat pemerintah RI pun dalam setahun ini telah beberapa kali mengunjungi Kedubes Korea Utara di Jakarta.

Serangan yang dilakukan AS dan Korea Selatan ke wilayah Korea Utara beberapa waktu lalu, menurut Tentara Rakyat Korea seperti dikutip Teguh, merupakan bagian dari kebijakan AS untuk menaklukkan Korea Utara. Dari apa yang bisa disaksikan di berbagai media, upaya itu mengalami kebangkrutan.

Teguh juga memuji sikap Korea Utara yang menyatakan tidak akan terpancing dan melayani semua provokasi AS dan Korea Selatan.

“Saya kira, dunia perlu menyadari siapa sesungguhnya provokator di Semenanjung Korea,”  demikian Teguh.
 

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

UPDATE

Rudi Margono Isi Kursi Jampidsus Menggantikan Febrie Adriansyah

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Pembiayaan Tembus Rp10 T, Laba Bank Mega Syariah Naik 17,56 Persen di Semester I-2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Profil Etik Suryani Bupati Sukoharjo yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:20

Ini Alasan KPK Batal Ikut Konferensi Pers Polda soal Perkara yang Menyeret Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:04

Jakarta Jadi Kota Termahal ke-21 di Dunia pada 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:42

Inggris Siapkan Bonus Fantastis Jika Juara Piala Dunia 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:37

Saham SK Hynix Melonjak 13 Persen Saat Debut di Nasdaq

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:31

Komisi III DPR Soroti Kasus Korupsi Batu Bara dan Isu Mundurnya Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:16

Biarkan Kortas Polri Usut Dugaan TPPU Jampidsus Tanpa Intervensi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:00

Jumlah Investor BBTN Kembali Melonjak per Juni 2026, Akhiri Tren Penurunan Dua Bulan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:51

Selengkapnya