Berita

prita mulyasari/ist

Mirip Kasus Prita, Proses Hukum Yudi Harus Dibatalkan

MINGGU, 19 DESEMBER 2010 | 16:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Laporan pengaduan oleh kader partai golkar terhadap pengamat politik dari eksekutif Reform institute, Yudi Latif dipandang lemah secara hukum.

Menurut Patra M Zeni selaku praktisi hukum dari LBH, dari sudut hukum acara, laporan tertanggal 13 Desember 2010  itu dapat dianggap lemah karena pasal pengaduan pencemaran nama baik hanya bisa dilakukan oleh orang yang merasa dirugikan, dalam hal ini Aburizal Bakrie.

Sedangkan dari sisi materil hukum, pengaduan dapat dibatalkan karena apa yang dilakukan oleh Yudi itu untuk kepentingan umum dan tidak bisa dikategorikan sebagai bentuk pencemaran nama baik.


Kasusnya mirip dengan yang dialami Prita Mulyasari. Pasien RS Omni Internasional yang dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik.  Namun Prita akhirnya berhasil memenangkan perkara karena apa yang dilakukannya untuk kepentingan umum.

"Yang lainnya, proses pengaduannya sudah salah. Harusnya pengaduan dilakukan paling tinggi ke Polda, bukan ke Mabes Polri," lanjut Patra yang juga akan mendampingi Yudi Latif sebagai pengacara.

Dikarenakan lemah, maka sudah sepatutnya kepolisian membatalkan dan tidak menindaklanjuti laporan kader partai berlambang pohon beringin tersebut. [wid]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya