Berita

ist

Menaikkan Tunjangan Bagi Polri, Pemerintah Dianggap Salah Strategi

SABTU, 18 DESEMBER 2010 | 16:38 WIB | LAPORAN:

RMOL. Remunerasi atau kenaikan tunjangan yang akan diberikan bagi anggota Polri tidak akan mampu meningkatkan kinerja, sepanjang budaya negatif seperti melakukan pungutan liar dan sebagainya masih kental di kalangan anggota Polri.

Hal tersebut dikatakan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane saat dihubungi Rakyat Merdeka Online di Jakarta (Sabtu, 18/12).

Ia mengatakan, sebelum mencairkan tunjangan tersdebut pada tahun depan, ada baiknya pemerintah meminta komitmen dari Kapolri untuk melakukan pengawasan ketat terhadap jajarannya agar lebih profesional dan tidak lagi melakukan perbuatan yang justru bertentangan dengan penegakan hukum.


"Jika di tahun 2011 tidak ada perubahan, maka tahun berikutnya jangan diberi lagi. Pemerintah telah salah strategi, seharusnya memperketat pengawasan dulu, baru memberi remunerasi," ujar Neta.

Menurutnya, yang paling penting bagi Polri bukanlah pemberian remunerasi, tetapi dilakukannya kontrol yang ketat. Baik secara internal melalui Irwasum dan Propam maupun secara eksternal melalui Kompolnas dan Komisi III DPR. Tanpa itu, kata Neta, remunerasi tidak akan ada gunanya.

Ia menambahkan, dari rencana tersebut, IPW melihat tidak akan ada peningkatan prestasi bagi Polri. Yang ada justru akan berdampak negatif akibat dari timbulnya kecemburuan antara anggota Polri yang bekerja dan mengabdi sunguh-sungguh dengan anggota-anggota Polri yang berkinerja buruk. [wah]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya