Berita

ist

RUU Kelautan Belum Rampung, Indonesia Jangan Mimpi Jadi Negara Besar

JUMAT, 17 DESEMBER 2010 | 22:34 WIB | LAPORAN:

RMOL. RUU Kelautan merupakan salah satu Prolegnas yang harus rampung di tahun 2010, tapi kenyataannya DPR RI tidak menyelesaikannya. Hal ini menunjukkan bahwa DPR tidak becus dan melecehkan Prolegnas yang mereka susun sendiri.

Indonesia Maritim Institute (IMI) sangat menyayangkan sikap DPR yang benar-benar tidak mengubris usulan dari masyarakat untuk menyelesaikan RUU sesuai dengan Prolegnas.

"Terkait dengan RUU Kelautan, informasi yang diperoleh IMI menyebutkan bahwa draf RUU tersebut belum ada. Harusnya DPR membuat naskah akademis dulu baru menyusun draf RUU. Ini menunjukkan bahwa DPR periode sekarang tidak paham dengan tujuan penyusunan Prolegnas atau kebingungan karena mereka tidak memahami substansi dari Undang-undang yang mereka susun," ujar Direktur Ekesekutif IMI, Y Paonganan, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online di Jakarta (Jum'at, 17/12).


Menurut Paonganan, IMI mendesak DPR untuk segera memberi penjelasan kepada masyarakat tentang kegagalan mereka merampungkan prolegnas 2010, khususnya RUU Kelautan yang menurut IMI merupakan Undang-undang yang seharusnya menjadi landasan utama pembangunan nasional negara Indonesia yang secara de facto adalah sebuah Archipelagic State.

Ia mengatakan, negara kepualaun seharusnya memiliki Ocean Policy yang menjadi dasar atau pondasi untuk menyusun kebijakan pembangunan nasionalnya. Kalau Indonesia tidak segera sadar akan kondisi gografisnya yang 75 persennya adalah laut dengan ribuan pulau maka, jangan pernah bermimpi untuk menjadi sebuah negara yang kuat dan besar.

"IMI tidak akan berhenti memonitor perilaku pemimpin bangsa yang hanya melihat Indonesia selebar daun kelor. Sebagai Negara kepuluan, seharusnya pemimpin Indonesia harus memiliki visi besar yaitu bervisi maritim," tegas Paonganan yang meraih gelar Doktor dari Institut Pertanian Bogor itu. [wah]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya