ist
ist
RMOL. RUU Kelautan merupakan salah satu Prolegnas yang harus rampung di tahun 2010, tapi kenyataannya DPR RI tidak menyelesaikannya. Hal ini menunjukkan bahwa DPR tidak becus dan melecehkan Prolegnas yang mereka susun sendiri.
Indonesia Maritim Institute (IMI) sangat menyayangkan sikap DPR yang benar-benar tidak mengubris usulan dari masyarakat untuk menyelesaikan RUU sesuai dengan Prolegnas.
"Terkait dengan RUU Kelautan, informasi yang diperoleh IMI menyebutkan bahwa draf RUU tersebut belum ada. Harusnya DPR membuat naskah akademis dulu baru menyusun draf RUU. Ini menunjukkan bahwa DPR periode sekarang tidak paham dengan tujuan penyusunan Prolegnas atau kebingungan karena mereka tidak memahami substansi dari Undang-undang yang mereka susun," ujar Direktur Ekesekutif IMI, Y Paonganan, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online di Jakarta (Jum'at, 17/12).
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14
Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10
Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52
Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01
Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37
Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53
Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22
Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15
Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50
Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39