Berita

ist

Sekarga Beri KPK Bukti Awal Korupsi IT Garuda

RABU, 15 DESEMBER 2010 | 22:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Sekarga) mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan (Rabu, 15/12).

"Kami melaporkan ada banyak kejanggalan dalam transaksi pengadaan sistem IT di Garuda. Ada indikasi korupsinya," ujar Humas Sekarga, Tomy Tampatty saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online.

Ia menjelaskan, kejangalan tersebut dimulai saat Garuda melakukan kerjasama dengan Lufthansa Airlines tahun 2005 untuk mengelola sistem IT Garuda. Keduanya lalu bersepakat jika pengelolaan IT Garuda akan dilakukan oleh PT Lufthansa System Indonesia (LSI), perusahaan patungan Garuda dan Lufthansa dengan kepemilikan saham masing-masing 50 banding 49 persen.


Dalam kontrak yang diteken oleh Vice Presiden Garuda itu, salah satunya akan membangun sistem FACE untuk menunjang kinerja sistem IT Garuda. Namun, kenyataannya sistem yang dijanjikan tidak dibangun dan PT LSI melanggar kontrak yang  seharusnya dikenai finalty.

"Anehnya tidak ada finalty. Management Garuda malah mem-buy back LSI dengan dana Euro 5,5 juta," sebut Tomy bernada miris.

Kejanggalan lainnya, tambah Tomy, saat sistem IT ditangani sendiri oleh manajemen Garuda, ongkos yang dihabiskan hanya Rp 1,3 miliar per bulan. Sementara saat dikelola LSI biayanya membengkak 10 kali lipat menjadi Rp 10 miliar per bulan.

"Kami tidak melaporkan siapa orangnya, kami hanya melaporkan indikasinya. Sebelumnya kan pak Bibit, kepada media massa, sudah sampaikan bisa mengusut kasus IT Garuda asalkan ada bukti awal, nah hari ini kita bawa. Kami kira KPK akan bisa membongkarnya," jelas Tomy yang juga menyampaikan pekan depan akan kembali mendatangi KPK guna melaporkan dugaan korupsi dalam pengadaan pesawat di perusahaan plat merah itu. [wah]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya