Berita

adnan buyung/ist

SUAP DI MK?

Tim Independen Merasa Disalip Mahfud MD

RABU, 15 DESEMBER 2010 | 14:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Kasus dugaan suap hakim Mahkamah Konstitusi akhirnya menjadi tidak menentu arahnya dan mengenai pelapornya sendiri. Namun, Tim Independen merasa ada yang salah dalam penangan laporan hasil penyelidikan mereka. Beberapa kesalahan pun sudah mendahului sebelum akhirnya Refly Harun dilaporkan MK ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Sejak awal anggota tim investigasi independen kasus dugaan suap di Mahkamah Konstitusi sudah menyarankan agar Refly Harun tidak ditunjuk sebagai ketua tim.

"Sebenarnya dari awal saya sudah katakan ketuanya jangan Refly sebab akan ada konflik kepentingan karena beliau yang memberitakannya di media," jelas anggota tim independen, Adnan Buyung Nasution, kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (15/12).


Lagipula, lanjut Buyung, Refly Harun menjabat ketua tim hanya secara de jure. Sedangkan de facto-nya rapat selalu dipimpin anggota tim, Bambang Widjoyanto.

Terlepas dari perkara itu, Buyung menyayangkan bahwa Ketua MK Mahfud MD telah membuka isi laporan investigatif yang baru berupa indikasi-indikasi dan tanpa menyebut nama.

"Kami merekomendasikan, dari hasil investigasi itu, dibentuk dewan kehormatan hakim dan menindaklanjutinnya ke pro yustisia (KPK)," kata Buyung yang saat konfrensi pers didampingi Refly Harun, Saldi Isra, Bambang Widjojanto, Bambang Harimurti, dan jurubicara KPK Johan Budi.

"Waktu itu Pak Mahfud minta waktu lima hari. Karena itu, dalam benak saya, yang saya pahami, kita lapor bareng-bareng ke KPK. Tapi ternyata beliau mempunyai persepsi lain, yaitu membuka masalah, semuanya. Terus terang saya jadi salah persepsi," papar Buyung.

Padahal, yang ditemukan tim baru sebatas peristiwa, kejadian-kejadian, dan indikasi-indikasi yang secara hukum belum kuat. Seharusnya biarkan dulu KPK melakukan penyilidikan.

"Akibatnya, orang yang sudah kita mintai keterangan, penjelasan dan informasi mencabut keterangannya. Ini sangat saya sesalkan, karena akan mempersulit kerja KPK.  Ini tentunya tanpa menghormati Pak Mahfud sebagai orang yang bersih dan punya niat bersih juga," ungkap Buyung.[ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya