Berita

johan budi/ist

KPK: Jangan Sandera Bibit-Chandra!

SELASA, 14 DESEMBER 2010 | 15:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menunggu kepastian nasib hukum kedua pimpinannya, Chandra Hamzah dan Bibit Samad. Hingga kini, Jaksa Agung Basrief Arief, belum mengesahkan deponering (penyampingan kasus) atas keduanya.

"Sejak awal kita belum dapat kepastian, opsi deponering sampai hari ini belum resmi. Begitu Basrief Arief dilantik, beliau katakan akan melihat lagi soal deponering ini," jelas jurubicara KPK, Johan Budi, kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/12).

Johan tetap mengharapkan lembaganya segera mendapatkan kepastian, sehingga tidak ada penyanderaan status Bibit dan Chandra yang akan pengaruhi kinerja KPK.


"Penyanderaan status Bibit Chandra akan pengaruhi kinerja KPK. KPK saat ini sedang menangani kasus besar yang melibatkan beberapa anggota DPR," jelasnya.

Soal penolakan deponering yang berasal dari DPR, menurut Johan, itu bukan menjadi urusan KPK.

"Tolak menolak itu terserah DPR. Keputusan Jaksa Agung apapun itu, Bibit Chandra siap," tegasnya.

Seperti diketahui, Jaksa Agung, Basrief Arief, pernah mengutarakan rencana meninjau kembali kebijakan mantan Plt Jaksa Agung, Darmono, yang menyampingkan (deponering) kasus dugaan pemerasan dan penyalahgunaan wewenang dua pimpinan KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah. Rencana itu mendapat sambutan baik dari seluruh anggota Komisi III DPR.[ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya