Berita

Setelah Anak Buah, Kini Giliran Mahfud MD Laporkan Refly Harun ke KPK

JUMAT, 10 DESEMBER 2010 | 15:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD kembali menegaskan, bahwa tidak ada penyuapan terhadap hakim konstitusi dalam sengketa pemilihan kepala daerah.

Yang ada, terang Mahfud, telah terjadi upaya percobaan penyuapan terhadap salah satu hakim. Hal ini berdasarkan temuan tim investigasi dugaan suap di MK yang dipimpin Refly Harun.

"Ada tiga orang yang mengetahui percobaan penyuapan kepada hakim. Yaitu (JR) Saragih, Bupati Simalungun, Refly Harun dan Maheswara Prabandono (pengacara Saragih)," ujar Mahfud kepada wartawan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan petang ini (Jumat, 10/12).


Mahfud didampingi hakim konstitusi Akil Muchtar dan Sekjen MK Janedjri M. Gaffar. Karena itu, Mahfud MD melaporkan ketiga orang itu ke KPK.

"Kami melaporkan ketiganya. Ini sebagai sikap, tanggung jawab, dan konsisten saya yang pernah katakan, akan dibawa ke ranah hukum apa pun yang ditemukan oleh tim investgasi," ujarnya.

Akil Muchtar berharap kasus upaya penyuapan ini menjadi terang benderang di tangan KPK. "Kami berharap ini agar terang benderanglah," harap mantan politisi Golkar ini.

Beberapa saat sebelumnya, panitera pengganti Mahkamah Konstitusi Makhfud juga melaporkan Refly ke KPK. [zul]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya