Berita

Polisi Bubarkan Paksa Pengunjuk Rasa di Depan KPK

KAMIS, 09 DESEMBER 2010 | 20:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Aparat Kepolisian membubarkan paksa ratusan massa aksi yang bertahan di depan Gedung KPK untuk tetap menggelar orasi.

Awalnya ratusan massa dari PMII, HMI MPO, Petisi 28 dan Bendera berpindah tempat dari jalur lambat ke jalur cepat di Jalan Rasuna Said, tepat di depan Gedung KPK.

Sambil membentangkan spanduk berbunyi "Rezim SBY-Boediono Gagal Total Memberantas Korupsi" massa aksi terus melakukan orasi. Seketika aparat Kepolisian dari pasukan anti huru hara dan Brimob, mengepung massa aksi dan meminta agar keluar dari jalur cepat. Namun, seruan itu tidak digubris, aparat pun langsung memukuli para pengunjuk rasa dengan menggunakan tongkat rotan.


Massa aksi pun memberontak, mencoba melepaskan diri dan berhamburan ke berbagai arah. Tidak tinggal diam, aparat Kepolisian dengan jumlah lebih banyak itu, langsung melakukan pengejaran.

Dari pantauan Rakyat Merdeka Online (Kamis, 9/12), aksi pengejaran terjadi sekitar 15 menit. Haris Rusly Moti, koordinator Petisi 28 dan Faisal Rahman, aktivis Repdem terlihat diamankan oleh aparat Kepolisian.

Pengejaran dilakukan sampai ke persimpangan jalan masuk Gedung Menara Imperium dan Gedung Dirjen Migas.(wah)

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya