Berita

RUU JOGJAKARTA

Kritik Sistem Monarki, SBY Tampar Muka Sendiri

RABU, 01 DESEMBER 2010 | 07:19 WIB | LAPORAN:

RMOL. Pernyataan Presiden SBY tentang sistem monarki Yogyakarta yang bertabrakan dengan konsitusi dan nilai demokrasi terus menuai kritik. Bahkan sebagian pihak menilai justru Pemerintahan SBY-Boediono yang dibangun di atas pilar-pilar monarki, juga nepotistik. Buktinya, SBY menempatkan keluarga dan kerabatnya di struktur kekuasaan.

"Kita tahu bahwa SBY mengangkat iparnya Letjend Edy Pramono sebagai Pangkostrad, lalu ipar lainnya menjadi direktur BNI serta istrinya sebagai dewan pembina dan anaknya menjadi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat," kata Jurubicara Serikat Pengacara Rakyat, Habiburokhman, dalam rilisnya kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 1/12)

Menurut Habiburokhman, praktek penempatan orang di struktur kekuasaan secara nepotistik merupakan praktek yang lazim terjadi dalam sistem monarki.


"Jadi justru SBY lah yang secara tidak langsung menggunakan sistim politik monarki dalam suatu negara yang demokratis," demikian Habiburokhman.[yan]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya