Berita

Mahasiswa Katolik: BEM Nusantara Hanya Jadi Alat Pemerintah

SELASA, 30 NOVEMBER 2010 | 16:22 WIB | LAPORAN:

RMOL. Pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Badan Eksekutif Mahasiswa se-Nusantara di Unversitas Cendrawasih Papua pada 22 November yang lalu merupakan upaya pemerintah masuk ke organ-organ kampus.

Hal ini diungkapkan oleh Adi Sumbogo, Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat tadi (Selasa, 30/11). Menurut dia, organisasi kampus kerap mengkritisi kebijakan pemerintah, khususnya mengenai pendidikan.

"Organisasi mahasiswa termasuk yang kritis terhadap kebijakan pemerintah. Kita kritik soal UU BHP, anggaran pendidikan dan komersialisasi pendidikan," kata Adi.


Oleh karena itu, kata Adi, kenapa BEM dikumpulkan tujuannya untuk mengontrol gerakan mahasiswa. Adi beranggapan, tujuan meredam gerakan itu, karena ada kemungkinan SBY takut terhadap gerakan itu. "Bisa jadi dia (SBY) takut," ujarnya.

Adi juga mengritik rekan-rekan sesama mahasiswa yang tergabung dalam BEM se-Nusantara itu. Menurut dia, BEM bukanlah wadah kritis untuk pemerintah. Malah, kata Adi, BEM cenderung menjadi alat pemerintah lewat kebijakan kampus.

"Teman-teman harus lebih jeli apa yang menjadi keinginan pemerintah. Kalau ikut saja, ini yang gawat," kata Adi. [kgi]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

KPK Tidak Ragu Tetapkan Yaqut Cholil Tersangka

Kamis, 08 Januari 2026 | 20:04

KPK Ultimatum Kader PDIP Nyumarno Hadiri Pemeriksaan

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:47

Wanita Ditembak Mati Agen ICE, Protes Meluas

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:43

Pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi Aria Dwi Nugraha Dicecar soal Aliran Uang Suap

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:31

Kader PDIP Nyumarno Mangkir dari Panggilan KPK

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:25

Akademisi UGM Dorong Penguatan Mata Kuliah Ekonomika Koperasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:19

Arab Saudi Klaim Pemimpin Separatis Yaman Selatan Melarikan Diri Lewat Somaliland

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:15

Presiden Prabowo Beri Penghargaan Ketua Umum GP Ansor

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:50

Istri Wawalkot Bandung Menangis di Sidang Praperadilan

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:45

Rizki Juniansyah Ngaku Tak Tahu Bakal Naik Pangkat Jadi Kapten TNI

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:32

Selengkapnya