Berita

tki/ist

Nusantara

Keluarga TKI: Sumbangan dari Taiwan Menyusul

SENIN, 01 NOVEMBER 2010 | 19:10 WIB | LAPORAN:

RMOL. Sunaryo, TKI asal Kedunguter, Brebes yang meninggal dalam kecelakan kerja di Taiwan telah dimakamkan di TPU Kali Kamal, Kedunguter, Brebes malam tadi (31/10).

"Saya ke Brebes tiba jam enam sore kemarin dan almarhum langsung dimakamkan disini," ujar adik kandung Sunaryo, Ningsih yang saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, hari ini (Senin, 1/11) tengah berada di Brebes.

Ningsih menceritakan, ibunya pingsan saat jenazah Sunaryo tiba di rumah. Bahkan ia terpaksa tidak menghadiri pemakaman Sunaryo karena harus menunggu ibunya yang masih pingsan.


Sunaryo, menurut Ningsih, seharusnya pulang akhir tahun ini karena kontrak kerjanya habis. Tapi takdir berkata lain, sang kakak yang telah bekerja 1,7 tahun tersebut pulang lebih cepat.

"Yang jelas awalnya, kakak saya itu pergi ke Taiwan untuk bekerja di pelayaran. Namun almarhum kabur karena tidak betah dan akhirnya bekerja menjadi pekerja konstruksi," tutur Ningsih.

Keluarga pun sudah ikhlas menerima kepergian Sunaryo yang tewas akibat tertimpa reruntuhan jembatan tol di Kota Nantou County, Taiwan pada 30 September lalu. Santunan dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) serta Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga sudah diterima pihak keluarga yang masing-masing sebesar Rp 2,5 juta dan Rp 5 juta.

"Untuk besaran sumbangan yang akan diberikan perusahaan di Taiwan, katanya nanti tanggal 4 atau 7 bulan ini," tambah Ningsih.

Seperti diketahui, kemarin, dalam penjelasannya kepada wartawan di Bandara Soekarno Hatta, menurut Ketua  BNP2TKI Jumhur Hidayat, Sunaryo dan lima rekannya yang tewas telah mendapatkan bantuan kemanusiaan dari pihak pengguna di Taiwan sebesar 1,3 juta dolar NT atau setara Rp 357 juta per TKI. [wid]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya