Berita

Olahraga

PSSI Janji Suntik Dana ke Klub

SELASA, 19 OKTOBER 2010 | 06:51 WIB

RMOL. PSSI berjanji akan kembali me­m­berikan subsidi kepada klub-klub peserta Liga Super In­do­ne­sia 2010/11 untuk mengurangi pengeluaran sepanjang satu musim. Sejak ber­gulirnya Liga Super subsidi kepada klub telah dihapus  PSSI.

Klub hanya mendapatkan hak siaran langsung jika per­tandingan mereka ditayangkan te­levisi. Klub sempat mendapat subsidi dari keuntungan sponsor utama dan co-sponsor di era Liga Indonesia. Saat itu, klub men­da­pat subsidi berkisar di angka Rp 300-500 juta.

“Kami sedang mem­per­tim­bang­kan untuk memberikan sub­si­di kepada klub-klub Superliga mulai musim ini. Mengenai besaran subsidi yang diterima klub, kami sedang memb­a­has­nya,” ujar Sekjen PSSI Nugraha Be­soes disela-sela pe­nan­da­ta­nga­nan kerja sama dengan PT Dja­rum sebagai sponsor Liga Su­per­.


“Ada beberapa pertimbangan me­ngapa kami kembali mem­be­rikan subsidi kepada klub. Sebab, setelah berjalan selama be­berapa musim, klub masih meng­gan­tungkan pendanaan APBD. Ka­re­na itu, kami mem­be­rikan sub­sidi untuk mengu­ra­ngi pe­ma­kaian APBD,” tam­bah­nya.

PT Djarum sebagai sponsor Superliga tahun ini akan mem­berikan donasi sebesar Rp 40 miliar. Untuk pembayarannya akan diberikan secara bertahap yak­ni empat termin yaitu Rp 20 miliar, Rp 10 miliar, termasuk dua termin terakhir masing-ma­sing Rp 5 miliar.

Naiknya nilai sponsorship membuat hadiah bagi pemenang juga dinaikkan. Ketua Eksekutif PT Liga Indonesia Joko Driyono menyatakan, hadiah bagi juara Su­perliga akan mengalami ke­naik­an. Bila musim sebelumnya juara mendapatkan Rp 2 miliar, m­aka kini menerima Rp 2,5 mi­liar.

“Untuk runner-up menerima Rp 1,5 miliar. Yang berbeda ada­lah peringkat tiga. Untuk musim ini, kami memberikan hadiah Rp 750 juta bagi tim yang me­nem­pati po­sisi ketiga,” kata Joko. [RM]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya