Berita

85 Persen: Popularitas SBY Turun

SABTU, 18 SEPTEMBER 2010 | 10:03 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Adalah Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang kembali membicarakan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden SBY. Hasil survei LSI yang dirilis awal bulan September ini, memperlihatkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap SBY per Agustus 2010 drop menjadi 65 persen. Padahal setahun sebelumnya, Juli 2009, tingkat kepuasan masyarakat terhadap SBY mencapai titik tertinggi, yakni 85 persen.

Kala itu SBY sedang bersiap-siap memasuki periode kedua pemerintahan dengan pasangan barunya, Boediono.

Hanya sebulan setelah dilantik sebagai Presiden, masih menurut LSI, tingkat kepuasan masyarakat mulai melorot. Pada November 2009 berada di titik 75 persen, lalu Januari 2010 menjadi 70 persen dan Maret 2010 menjadi 66 persen sebelum akhirnya mentok di angka 65 persen per Agustus 2010.

Hasil survei LSI ini disambut dengan beragam sikap oleh orang-orang di sekitar Istana. Staf Khusus Presiden bidang Publikasi dan Dokumentasi, Brigjen Ahmad Yani Basuki, misalnya, tak berkenan bila popularitas SBY disebutkan menurun. Soalnya, sebut Yani, reponden yang merasa puas dan sangat puas di dalam survei itu sebesar 66 persen. Sedangkan yang tidak puas hanya 32 persen.

Sementara Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief, menganggap hasil survei itu sebagai pelecut agar pemerintah bekerja lebih keras. Dia juga menganggap popularitas Presiden yang naik dan turun adalah hal biasa dan tidak perlu disikapi dengan berlebihan.

“Apabila dibandingkan dengan survei LSI terakhir pada bulan Januari 2010 yang memperlihatkan popularitas Presiden ada di angka 70 persen, berarti saat ini terjadi penurunan sekitar 4 persen. Tapi, saya optimis, kinerja pemerintah di tahun kedua akan lebih positif, sehingga popularitas Presiden akan meningkat kembali,” ujar Andi.

“Rakyat sekarang menunggu, apakah program-program pemerintah yang mereka rasakan pada periode 2004-2009 itu dapat dilakukan sama baiknya atau lebih baik oleh kabinet saat ini,” sambung Andi.

Sementara Menteri Negara Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) Syarief Hassan mengatakan bahwa bila dibandingkan dengan hasil survei terhadap popularitas dan kepuasaan publik terhadap SBY di masa Pilpres 2009 dengan saat ini, justru terjadi peningkatan. Di masa Pilpres 2009, sebutnya, popularitas dan kepuasaan terhadap SBY hanya 62 persen.

Dia juga mengatakan, yang paling penting bagi pemerintah adalah bekerja keras. Pemerintah pun, sebutnya, tidak menganggap bahwa hasil survei itu sesuatu yang harus dipersoalkan.

Terdorong hasil survei LSI ini, maka sejak sepekan sebelum Hari Raya Idul Fitri, Rakyat Merdeka Online menggelar poling yang menanyakan kepada pembaca  apakah menurut mereka popularitas Presiden SBY dan pemerintahannya turun, naik, atau tetap.

Dan hasilnya untuk sementara, sebesar 85,2 persen pembaca yang bersedia memberikan suara dalam poling yang menggunakan metode one IP one vote ini, popularitas SBY turun. Adapun 7,2 persen mengatakan naik dan 5,1 persen mengatakan tetap atau konstan. Sementara 2,5 persen sisanya mengaku tidak tahu.

Poling ini masih akan berlangsung hingga hari Senin mendatang. Bagi Anda yang belum memberikan suara, silakan klik, siapa tahu Anda bisa mengubah posisi popularitas Presiden SBY. Redaksi perlu menyampaikan bahwa hasil poling ini tidak menggambarkan sikap atau opini publik, melainkan hanya menggambarkan sikap atau opini sebagian pembaca yang bersedia memberikan suara. [guh]


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Selesaikan Bentrok di Matraman dengan Kepala Dingin

Senin, 27 Juli 2026 | 20:25

Metode Backfill Tailing jadi Andalan Tambang Bawah Tanah Lebih Ramah Lingkungan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:24

Putusan Majelis Syura PKS: Dukung Kebijakan Ekonomi Prabowo Hingga Soroti LGBTQ

Senin, 27 Juli 2026 | 20:23

Pramono Minta Warga Kepala Dingin Sikapi Bentrokan di Matraman

Senin, 27 Juli 2026 | 20:16

Sebagai Wakil Rakyat, DPR Punya Tiga Tugas yang Wajib Dijalankan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:14

KSSK Bakal Libatkan Danantara dalam Setiap Pengambilan Keputusan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:02

Kuasa Hukum Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Masih Abu-Abu

Senin, 27 Juli 2026 | 19:59

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Komunitas Lintas Iman Satukan Tekad Hadapi Krisis Iklim

Senin, 27 Juli 2026 | 19:49

Kompetisi Debat Pemilu ke-VI Bawaslu Cetak Rekor Peserta Terbanyak

Senin, 27 Juli 2026 | 19:48

Selengkapnya