Berita

Di Akar Rumput Usul Ruhut Tak Populer, Hanya 10 Persen yang Setuju Periode Kekuasaan SBY Ditambah

SABTU, 04 SEPTEMBER 2010 | 09:25 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Di Hari Konstitusi 18 Agustus yang lalu, Jurubicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengusulkan agar periode kekuasaan SBY ditambah lima tahun lagi.

Ruhut berpendapat, dua periode kekuasaan SBY dianggap masih kurang untuk meletakkan pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara yang memadai.

"Sebagai kader, aku berhak menyampaikan itu. Aku tidak mau nanti nanti karena terpaku dua periode, lalu ada pemimpin baru. Tapi hasilnya tidak jelas. Biarlah beliau meletakkan fundamen yang kuat dulu," kata Ruhut yang dihubungi sebelum berbicara di Seminar Konstitusi di gedung MPR.

Ruhut tidak ingin Indonesia gonta-ganti pemimpin seperti yang terjadi dalam 10 tahun terakhir, namun tidak ada hasil yang jelas. Dia juga mengatakan, saat ini tidak ada tokoh yang dapat menyaingi SBY. Saking hebatnya, SBY dapat mengalahkan Ketua Umum PDI Perjuangan yang putri sulung Bung Karno dalam dua kali pemilihan presiden.

Usul yang disampaikan Ruhut ini menuai kontroversi.

Banyak kalangan yang menganggap bahwa apa yang disampaikan Ruhut adalah bagian dari agenda Cikeas untuk menguji persepsi publik. Dalam kesempatan lain, Ruhut mengakui bahwa usul yang disampaikannya itu pernah dibicarakannya dengan SBY. Bahkan ketika itu SBY mengatakan bahwa pendiri Singapura Lee Kuan Yew pun punya pandangan yang sama.

Penolakan SBY setelah usul Ruhut menuai kontroversi dapat dipahami. Kelompok oposisi menganggap bahwa apa yang disampaikan Ruhut adalah bagian dari strategi yang sedang diuji Cikeas. Dengan usul ini, Ruhut sedang mengajak orang untuk menimbang-nimbang kemungkinan mengamandemen Pasal 7 UUD 1945 yang mengatakan: Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.

Pasal ini sendiri merupakan hasil amandemen pertama pada 19 Oktober 1999. Sebelumnya, ia berbunyi: Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali.

Strategi lain adalah dengan mendorong politik dinasti SBY-Cikeas, dengan sejak dini mengendorse anggota keluarga Cikeas, mulai dari Ibu AniYudhoyono, Agus Yudhoyono dan Ibas Yudhoyono, atau saudara-saudara lain keluarga besar Cikeas. Kembali ke usul Ruhut, terlepas apakah usul itu bagian dari agenda setting atau tidak yang jelas di akar rumput pun ia tidak populer.

Dalam poling yang digelar selama tiga pekan terakhir, hanya 10,3 persen responden yang setuju. Sementara sebagian besar, yakni 87,9 persen mengatakan tidak setuju. Adapun sisanya, 1,8 persen, mengatakan ragu-ragu. Poling ini akan ditutup besok (Minggu, 5/9). Jadi masih ada kesempatan bagi Anda yang belum memberikan suara pada poling yang menggunakan metode one IP one vote ini. Silakan diklik. [guh]


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Purbaya Soal Pegawai Rompi Oranye: Bagus, Itu Shock Therapy !

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:16

KLH Dorong Industri AMDK Gunakan Label Emboss untuk Dukung EPR

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:05

Inflasi Jakarta 2026 Ditargetkan di Bawah Nasional

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:04

PKB Dukung Penuh Proyek Gentengisasi Prabowo

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:57

Saham Bakrie Group Melemah, Likuiditas Tinggi jadi Sorotan Investor

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:51

Klaim Pemerintah soal Ekonomi Belum Tentu Sejalan dengan Penilaian Pasar

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:50

PN Jaksel Tolak Gugatan Ali Wongso pada Depinas SOKSI

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:48

Purbaya Optimistis Peringkat Utang RI Naik jika Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:32

IHSG Melemah Tajam di Sesi I, Seluruh Sektor ke Zona Merah

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:27

Prabowo Dorong Perluasan Akses Kerja Profesional Indonesia di Australia

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:16

Selengkapnya