Berita

Gunung Seulawah Dinyatakan Berstatus Waspada

JUMAT, 03 SEPTEMBER 2010 | 00:20 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Gunung Seulawah, di Kabupaten Aceh Besar dinyatakan dalam status Waspada. Seulawah Agam (1.726 meter d.p.l) adalah salah satu dari tiga gunungapi strato aktif tipe A di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Dalam pesan yang disampaikan oleh kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana disebutkan bahwa status Gunung Seulawah di Nanggroe Aceh Darussalam, mulai Jumat (3/9) dalam status Waspada.

Posisi geografi terletak pada 05Ëš 26' 50'' LS, dan 95Ëš 39' 54" BT, secara administratif termasuk wilayah Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Masa istirahat terpendek dari G. Seulawah Agam adalah 136 tahun dan terpanjang adalah 239 tahun, dan erupsi terakhir terjadi pada kawah parasit pada 12-13 Januari1839 kawah Heutz berupa erupsi freatik.

Pada April 2010, gempa Vulkanik Dalam terekam 66 kali kejadian atau rata-rata perhari 2 kali kejadian, gempa Vulkanik Dangkal terekam 70 kali kejadian atau rata-rata perhari 2 kali kejadian, gempa Tektonik Lokal terekam 4 kali kejadian, dan gempa Tektonik Jauh terekam 137 kali kejadian atau rata-rata perhari 5 kejadian per hari.

Pada Mei 2010, gempa Vulkanik Dalam terekam 55 kali kejadian atau rata-rata perhari 2 kali kejadian, gempa Vulkanik Dangkal terekam 121 kali kejadian rata-rata perhari 4 kali kejadian, gempa Tektonik Lokal terekam 13 kali kejadian, dan gempa Tektonik Jauh terekam 114 kali kejadian atau rata-rata perhari 5 kali kejadian per hari.

Pada Juni 2010, gempa Vulkanik Dalam terekam 53 kali kejadian atau rata-rata perhari 2 kali kejadian, gempa Vulkanik Dangkal terekam 83 kali kejadian rata-rata perhari 3 kali kejadian, gempa Tektonik Lokal terekam 30 kali kejadian, dan gempa Tektonik Jauh terekam 164 kali kejadian atau rata-rata perhari 6 kali kejadian per hari.

Pada Juli 2010, gempa Vulkanik Dalam terekam 46 kali kejadian atau rata-rata perhari 1-2 kali kejadian, gempa Vulkanik Dangkal terekam 76 kali kejadian atau rata-rata perhari 2-3 kali kejadian, gempa Tektonik Lokal terekam 16 kali kejadian, dan gempa Tektonik Jauh terekam 101 kali kejadian atau rata-rata perhari 3 kejadian per hari.

Pada Agustus 2010, gempa Vulkanik Dalam terekam 80 kali kejadian atau rata-rata perhari 3 - 4 kali kejadian, gempa Vulkanik Dangkal terekam 99 kali kejadian atau rata-rata perhari 5 - 6 kali kejadian, gempa Tektonik Lokal terekam 7 kali kejadian, dan gempa Tektonik Jauh terekam 40 kali kejadian atau 1 - 2 kejadian per hari. [guh]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya