Berita

Kasihan, Korban Mafia Hukum Lima Kali Kirim Surat ke Presiden SBY Tapi Belum Ditanggapi

KAMIS, 02 SEPTEMBER 2010 | 19:25 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kasus mafia batubara dalam sengketa Borneo Indobara kembali mencuat.

Pihak pelapor yang juga pemilik sah PT Borneo Indobara, GE Haryanto meminta pihak Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta tidak main mata dalam kasus yang menimpanya.

Kasus sengketa kepemilikan saham yang sudah lima kali dilaporkan ke Presiden SBY dan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum ini bermula pada 19 November 2003.


Saat itu GE Haryanto, pemilik PT Borneo Indobara, menyepakati menjual sahamnya kepada Lily Menaro, direktur PT SKI. Namun, belum lunas pembelian saham ke GE Haryanto, oleh Lily Menaro saham PT BI tersebut dijual kepada Herry Beng Koestanto melalui PT RCI.

Menurut GE Haryanto, kasus tersebut sudah dinyatakan lengkap (P21) dan sudah dilakukan penyerahan tahap 2 berkas berikut tersangkanya atas nama Lily Menaro. Sedangkan Herry Beng Koestanto yang pernah di SP3,

penyidikannya telah dilanjutkan oleh Polda Metro Jaya dan berkas tersebut telah dilimpahkan kembali ke kejati DKI.

Atas dasar itulah, menurut GE Haryanto, dalam suratnya kepada Presiden SBY dan satgas mafia hukum meminta Kejati DKI Jakarta segera memproses berkas Herry Beng Koestanto untuk dinyatakan lengkap (P21) karena kasusnya mempunyai kaitan erat dalam kerangka bangun deelneming (penyertaan) dengan berkas perkara tersangka An. Lily Menaro yang sudah lebih dahulu P21 dan sudah 2 tahun 4 bulan belum dilimpahkan ke pengadilan.

Sehingga dengan demikian, keduanya, kata Haryanto dalam suratnya yang diterima wartawan Kamis (2/9), tidak ada alasan lagi untuk tidak dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Hal itu lantaran sesuai dengan surat Kejati DKI yang dikirim kepada Kapolda Metro Jaya U.P Direktur Reserse Kriminal Umum pada tanggal 31 Desember 2009 yang tembusannya diterima GE Haryanto.

“Saya mengharapkan Kejati DKI bersungguh-sungguh dengan rasa berkeadilan dalam menangani kasus Borneo Indobara ini. Karena saya sudah bertahun-tahun menanti kepastian hukum ini."

"Terakhir saya sudah kirim surat yang ke lima kalinya ke Presiden SBY tanggal 16 Agustus 2010 untuk ikut memantau perkembangan hukum yang saya alami. Tapi belum ada respons sama sekali. Saya sebagai pencari keadilan akan terus berjuang memantau proses hukum ini,” ujar Haryanto lagi.

Sesuai dengan surat GE Haryanto kepada Presiden dan Satgas Mafia Hukum, dikhawatirkan ada upaya dari pihak kejaksaan untuk berkas perkara tersangka Lily Menaro akan diterbitkan Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP) tanpa berdasarkan hukum dan sangat melukai rasa keadilan terhadap dirinya selaku korban atas perbuatan pidana yang dilakukan tersangka Lily Menaro cs. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya