Berita

Bisnis

Antam Pertahankan Wilayah Tambang Di Sulawesi Tenggara

Ekspor Nikel Bukan Hasil Tumpang Tindih Lahan
MINGGU, 29 AGUSTUS 2010 | 00:52 WIB

RMOL.PT Aneka Tambang Tbk (An­tam) akan terus mempertahankan seluruh wilayah penambangan­nya menyusul banyaknya seng­keta lahan tumpang tindih. Se­perti yang terjadi di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal tersebut diutarakan Sekre­taris Perusahaan Antam Bimo Budi Satriyo di Jakarta, kemarin. Menurutnya, saat ini ada wilayah usaha penambangan Antam ber­tumpang tindih dengan beberapa perusahaan swasta.

“Salah satu daerah yang ber­tum­­pang tindih tersebut berada di Kabupaten Konawe Utara, Sula­wesi Tenggara,” ujarnya pada Rak­yat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, Antam telah me­lakukan mediasi dengan pe­merintah daerah maupun seluruh pihak yang terkait untuk melu­ruskan masalah tersebut, namun upaya tersebut tidak berhasil.

Untuk itu, pihaknya melaku­kan upaya hukum untuk mem­per­­ta­hankan seluruh daerah tambang Antam. Beberapa wila­yah tam­bang masih dalam proses Penin­jauan Kembali di Mah­kamah Agung (MA).

Sebelumnya, kuasa hukum PT Duta Inti Perkasa Mineral (DIPM) Parasian Simanungkalit kecewa berat dengan kelakukan Gubernur Sulawesi Utara (Sultra) Nur Alam dan Pejabat Bupati Konawe Utara (Konut) Herry Hermasyah Silondae.

“Senin (30/8) akan dilakukan ekspor perdana oleh PT Antam ke luar negeri atas persetujuan Gu­ber­nur Sultra dan Pj Bupati Konut. Padahal, galian nikel ter­sebut diambil dari lahan segketa di mana PT DIPM adalah pemi­lik izin pertambangan yang di­sahkan oleh MA,” kata Parasian Rakyat Merdeka, 27/8)

Senior Manager Legal Com­pliance Antam Doddy Martim­bang mengatakan, tumpang tin­dih perizinan tambang di daerah Konawe Utara, Sulawesi Teng­gara pada 11 Januari 2010 telah diluruskan oleh Pejabat Bupati Konawe Utara, dengan menge­luarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 05/2010 yang membatal­kan semua perizinan Kuasa Per­tam­bangan (KP) yang diterbitkan Bupati Konawe Utara sebelum­nya, yang berada di dalam daerah usaha pertam­bangan Antam. [RM]


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya