RMOL. Skandal dana talangan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun belum berakhir. Corruption investigator George Junus Aditjondro mendesak penyidik lembaga penegak hukum, baik Polri, Kejaksaan maupun KPK, agar fokus mengusut sejumlah kejadian dalam hitungan jam sejak Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memutuskan bailout untu Bank Century dua tahun lalu.
“Dari informasi yang saya dengar, saya semakin yakin bahwa skandal Bank Century adalah kasus yang diciptakan untuk selanjutnya diamankan. Penyidik harus fokus pada sejumlah kejadian setelah keputusan bailout diambil,” ujar George kepada Rakyat Merdeka Online, Senin siang (23/8).
“Yang saya dengar, dalam hitungan jam setelah keputusan itu ada beberapa mobil berlapis baja yang membawa uang dalam jumlah triliunan. Saya dengar, uang itulah yang dibagikan kepada caleg Partai Demokrat untuk membiayai saksi di TPS. Persoalannya, sampai saat ini belum ada yang mau buka mulut,” urai penulis buku “Gurita Cikeas” ini.
Selain Bank Century ada dua bank kecil lain yang menjadi saluran finansial caleg Partai Demokrat dalam Pemilu 2009, ujarnya.
“Sangat mencurigakan. Uang sebanyak itu, yang diikat dalam ikatan lima dan sepuluh juta, tidak diambil dari bank besar, melainkan dari bank kecil,” kata George. [guh]