Berita

ICW Kaget Ratu Suap Ayin Segera Bebas

KAMIS, 05 AGUSTUS 2010 | 13:59 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Jakarta, RMOL. Ratu Suap Artalyta Suryani alias Ayin dikabarkan akan keluar dari penjara pada bulan Agustus ini. Kabar itu mengejutkan Indonesian Corruption Watch (ICW).

Ayin adalah penyuap Ketua Tim Jaksa Penyelidik Kasus BLBI Urip Tri Gunawan. Tidak tanggung-tanggung, makelar kasus itu memberikan uang senilai 660 ribu dolar kepada Jaksa UTG. Ayin ditangkap pada Maret 2008, dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (tipikor) pada Juli 2008.

Di bulan Januari 2010 Ayin kembali membuat heboh. Satgas Pemberantas Mafia Hukum menggrebek sel mewah Ayin di LP Wanita Pondok Bambu. Selanjutnya, Ayin dipindahkan ke LP Wanita Tangerang.

Bulan April lalu, dalam putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung mengurangi hukuman Ayin selama enam bulan dengan alasan amar putusan PN Jakarta Selatan kabur.

Menurut peneliti ICW Febri Diansyah, kasus Ayin memperlihatkan lemahnya itikad aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi.

“Kok cepat sekali. Tidak nyangka cepat banget. Apalagi sudah dapat diskon dari MA dan dapat pemotongan masa tahanan, lalu setelah menjalani 2/3 masa hukuman bisa keluar,” ujar Febri di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis siang (5/8).

“Di masa yang akan datang, hakim Pengadilan Tipikor harus memvonis terdakwa koruptor seberat mungkin, minimal 10 tahun,” sambungnya.

Dia juga menyesalkan MA yang memberikan diskon khusus kepada Ayin. Menurutnya, kalau dibiarkan MA bisa jadi lembaga yang melindungi koruptor. [guh]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya